Laman

Manfaat asuransi pendidikan syariah

Asuransi pendidikan syariah
Asuransi pendidikan syariah menjadi salah satu jenis asuransi yang sangat populer saat ini. Hal ini terutama karena manfaat yang didapat serta perbedaan dengan asuransi konvensional. Hukum yang perlu diikuti adalah azas syariah dalam menghimpun dana investasi.
Tentu saja asuransi harus bersih dari unsur haram, riba, judi dan berbagai unsur ketidakjelasan serta general konsep dan sistem operasional asuransi tersebut diawasi langsung oleh dewan pengawas Syariah yang mana tidak berlaku bagi asuransi konvensional biasa.

Untuk asuransi konvensional biasa maka prinsipnya adalah mentransfer resiko, artinya resiko yang terjadi seperti orang tua yang meninggal maka biaya pendidikan anak tersebut dapat dilanjutkan dengan asuransi membayar penuh preminya sampai anak tersebut menyelesaikan pendidikannya.
Sementara prinsip syariah adalah berbagi resiko. Artinya resiko yang ada ditanggung bersama dalam suatu wadah dengan bergabungnya semua nasabah dan resiko ditanggung bersama oleh para peserta serta keuntungan yang diperolehpun dibagikan kepada seluruh peserta.

Hal yang pelu diperhatikan adalah masalah kontrak atau akad. Dalam syariah yang berlaku adalah takaful atau tolong menolong dan dapat diartikan sebagai sumbangan atau derma.
Tentu hal ini akan berbeda dengan asuransi konvensional yang berdasarkan premi yang dibayarkan sangat tergantung kepada usia peserta sehingga dalam pandangan islam sebenarnya hanya Allah yang tahu usia seseorang sehingga asurasi konvensional itu dalam pandangan islam sesuatu yang tidak ada kejelasan atau gharar.
Dengan demikian asuransi syariah melepaskan diri dari asuransi konvensional yang dianggap praktik haram.

Dalam asuransi konvensioanal hal yang biasa bila disebut dengan dana hangus apabila peserta tidak dapat melanjutkan pembayaran premi atau mengundurkan diri sebelum jatuh tempo demikian juga yang mengandung unsur tabungan.
Sedangkan syariah tidak mengenal unsur hangus wlau nasabah yang baru masuk sekalipun, dana yang masuk dapat diambil kembali kecuali tabarru memang dana yang tidak dapat diambil.


Sebagaimana penduduk Indonesia yang mayoritas Islam, tentu saja menerima hal ini sehingga akibat hampir setiap perusahaan asuransi di Indonesia membuka unsur syariah dalam operasionalnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.Sebagai contoh dapat saja kita lihat seperti asuransi pendidikan syariah madiri, BNI, prudential, axa mandiri syariah, Allianz, bumiputera dan sebagainya dan pertumbuhannya diperkirakan sekitar 30-40 persen.

Jika anda tertarik bergabung dengan menggunakan asuransi pendidikan syariah anda dapat bertanya lebih dahulu terhadap teman atau keluarga yang telah menjadi nasabah sebelumnya sehingga anda dapat memperoleh ilustrasi dan simulasi beserta contoh perhitungan yang akan diberikan kepada anda.
Setiap agen perusahaan asuransi dengan senang hati akan menjelaskan kepada anda serta berbagai produk yang tersedia seperti kombinasi antara asuransi kesehatan dan pendidikan syariah yang akan lebih menjamin masa depan anak anda.

1 komentar:

  1. Min saya mo tny yaa..begini saya udah 4thn ikut asuransi axa mandiri syariah pendidikan setiap anak saya masa waktunya 10 thn( anak saya ada 3 ) artinya asuransi itu masih 6thn lg , tp dikarenakan saya lg membutuhkan uang rencananya asuransi anak2 saya mau diambil dlm arti kata tidak ikut lg asuransi tp pas saya tny brapa uang saya kembalinya banyak sekali potongannya hampir 80% seharusnya uang saya 72 jt jd peraturan yg rincinya itu gmn min supaya uang saya kembali utuh

    BalasHapus

Silahkan comment sesuai dengan topik. Boleh dengan teks jangkar tetapi blog/website mengenai asuransi (pendidikan)