Laman

Asuransi untuk nelayan untuk memberikan perlindungan

Perlindungan untuk orang yang anda cintai dapat diberikan dengan pilihan asuransi terbaik untuk itu anda perlu minta informasi sekarang juga sesuai kebutuhan yang anda perlukan.

Selain asuransi pendidikan yang telah umum kita jumpai kini asuransi untuk nelayan yang belum ada sebelumnya kini telah diperkenalkan kepada masyarakat terutama kaum nelayan. Hal ini terkait dengan dinas perikanan seperti yang diperkenalkan kepada nelayan yang ada di Talaud.

Menurut sebuah harian lokal premi yang dibayarkan cuma Rp 175.000 untuk tahun pertama dan juga tahun berikutnya yang dibayarkan cukup setiap tahun. Tentu syarat yang diperlukan adalah mempunyai kartu nelayan. Santunan yang diperoleh cukup besar jika nelayan mengalami kecelakaan atau kematian mendapat santunan sebesar Rp 200 juta dan mendapat biaya pengobatan sebesar sampai Rp 20 juta

Menurut berita tersebut tidak dijelaskan pengembangan auransi itu lebih jauh dan terpenting adalah asuransi pendidikan untuk anak-anak mereka hal ini untuk melanjutkan pendidikan bagi anak-anak tersebut sangat penting. Mungkin kedepannya juga perlu dipertimbangkan sesuai dengan kemampuan mereka dan tentu saja harus tetap disubsidi oleh pemerintah.

Jadi jelas bahwa produk asuransi berkembang terus sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lapisan masyrakat seperti masyarakat kecil semakin dijangkau oleh perusaahaan asuransi walau masih awalnya harus disubsidi oleh pemerintah.

Untuk kesehatan memang pemerintah menjangkau seluruh lapisan masyarakat seperti asuransi BPJS yang sudah sangat populer itu. Kita bisa lihat awal beroperasinya asuransi tersebut bisa dibilang sangat semraut dan banyak komplain disana-sini. Walau bagaimanapun juga BPJS terus berjalan dan pelayanan juga semakin hari semakin baik dan tentu saja apabila seluruh rumah sakit swasta turut berpartisipasi didalamnya untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarkat. Kita lihat nanti suatu saat nanti pemerintah bisa mengelola keuangan dan menguntungkan seperi asuransi swasta karena dan yang dikelola juga bukan main besarnya.

Lalu kenapa pendidikan juga tidak diasuransikan layaknya BPJS tersebut? Pemerintah telah mensubsidi sekolah terutama sekolah negeri khususnya dan membebaskan uang sekolahnya. Sementara sekaolah swasta mensubsidi dari buku pelajaran, bangunan dll tetapi tidak untuk uang sekolah siswanya. Bagaimana jika diberlakukan sama sengan swasta seperti BPJS dimana rumah sakit swasta yang juga mau menerima pasien peserta BPJS? Jelas sekolah swasta sangat diperlukan karena daya tampung sekolah negeri juga sangat terbatas. Hanya saja pemerintah perlu mensubsidi kepada sekolah swasta, kalau memang anggaran APBN untuk pendidikan sebesar 20 % itu apa tidak mencukupi?

Untuk pemerintah DKI misalnya melakukan subsidi untuk masyarakat yang kurang mampu dengan melunjurkan Katu Jakarta Pintar (KJP) bahkan bisa bisa mensubsidi biaya pendidikan sampai perguruan tinggi jika anak-anak tersebut masuk perguruan tinggi negeri.

Pendidikan untuk perguruan tinggi juga seperti tidak tersentuh oleh subsidi pemerintah, uang sekolah untuk perguruan tinggi justru semakin mahal saat artikel ini ditulis termasuk yang masuk perguruan tinggi negeri.Berbanding terbalik ketika biaya pendidikan perguruan tinggi di jaman Orba justru lebih murah.

Jelas bahwa jika ingin memajukan kwalitas sumber daya manusia Indonesia memajukan pendidikan adalah salah satu kuncinya. Maka akses untuk pendidikan haruslah dipermudah bagi masyarakat terutama untuk yang kurang mampu. Kalau pemerintah sudah merambah asuransi seperti untuk masyarakat Talaud itu untuk nelayan seharusnya akses pendidikan juga harus dipermudah untuk anak-anak mereka sampai ke perguruan tinggi