Laman

Biaya pendidikan

Biaya pendidikan
Bicara mengenai biaya pendidikan selalu menjadi bahasan utama di seluruh dunia dan tentu saja di Indonesia, karena selalu mengalami kenaikan dan juga biaya yang sering tidak terjangkau bagi sebagian anak di Indonesia untuk kalangan menengah kebawah karena dampak mahalnya untuk biaya pendidikan terutama pendidikan tinggi.

Berbagai faktor yang mempengaruhi mahalnya biaya pendidikan sangat dipengaruhi oleh biaya operasional pendidikan itu sendiri, mulai dari sarana sekolah, gaji guru, pemeliharaan gedung, dan sebagainya dan dari tahun ke tahun terus mengalami biaya kenaikan dengan cepat. Semua itu sangat tergantung kepada jenis dan jurusan sekolah yang ditempuh, terutama untuk pendidikan tinggi, biaya itu akan bervariasi untuk fakultas kedokteran, teknik, hukum, sosial politik, parawisata, farmasi dan sebagainya walau untuk universitas yang sama.

Jika berbicara mengenai pendidikan tinggi menjadi sangat sulit terutama untuk kalangan rakyat miskin, mereka akan selalu memikirkan biaya pendidikan murah atau gratis dan kualitas pendidikan yang baik. Selain itu mereka juga memikirkan hal yang paling utama seperti biaya hidup. Faktor ekonomi dan biaya pendidikan menjadi sangat penting lanjut tidaknya seorang anak melanjutkan pendidikannya terutama ke pendidikan tinggi. Belum lagi masalah inflasi yang setiap tahun terus meningkat yang berdampak terhadap biaya pendidikan.

Untuk itu pemerintah juga tidak tinggal diam, aggaran sebesar 20 % siap dikucurkan untuk biaya pendidikan, walau belum dampaknya belum terasa bagi sebagian masyarakat. Paling tidak pemerintah telah menerbitkan peraturan melalui peraturan menteri tentang larangan pungutan biaya pendidikan terutama pada sekolah dasar dan juga sekolah menengah pertama. Tujuannnya paling tidak semua masyarakat harus mengenyam pendidikan dasar.

Fungsi dari biaya pendidikan harus dimanfaatkan semaksimal mungkin agar mutu pendidikan yang tercapai, maka diperlukan suatu rencana yang matang apalagi dana itu sangat rawan untuk dikorupsi sebab anggaran sebesar 20 % itu dana yang tidak main-main. Untuk itu juga perlu effisiensi dan estimasi yang akurat agar efektivitas dana ini benar-benar tersalurkan dengan baik sehingga pendidikan merata bagi seluruh masyrakat paling tidak pendidikan dasar.
Berbagai jurnal dan seminar telah memperkenalkan konsep untuk biaya pendidikan agar terjangkau termasuk jurnal internasional serta sejumlah makalah.

Semua itu seharusnya tidak hanya teori, tetapi bagaimana penerapannya dilapangan, sehingga benar-benar dapat dicari solusi mahalnya biaya pendidikan.
Hakikat dan konsep biaya pendidikan haruslah mendorong terwujudnya juga pengetahuan lokal sehingga anak didik tersebut sanggup untuk menghadapi persaingan global. Kita berharap TKI yang bekerja ke luar negeri haruslah memiliki pendidikan serta ketrampilan yang cukup. Sebaiknya kita menghentikan tenaga kerja yang hanya dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga apalagi untuk wanita. Nasib tragis yang selalu kita dengan melalui berbagai media nasib mereka di luar negeri yang tidak jarang dihukum mati. Paling tidak jumlah tenaga kerja di sektor ini dari tahun ke tahun harus dikurangi digantikan tenaga-tenaga yang terampil.

Sumber pendanaan lainnya banyak perusahaan yang memberikan beasiswa terutama bagi anak-anak berprestasi. Selain itu bank juga memberikan kredit yang lunak untuk biaya pendidikan. Walau prinsipnya masih jauh dengan student loan di luar negeri tetapi hal ini merupakan hal yang positif untuk sumber dana dan akan mengalami perkembangan terus untuk mendapatkan dana bagi pendidikan.

Latar belakang mahalnya biaya pendidikan di Indonesia selalu menjadi pertanyaan, kenapa selalu biaya pendidikan di Indonesia terus mengalami kenaikan dengan cara membuat hitungan dan rincian berserta variabel sendiri. Banyak menganggap disebabkan karena korupsi disegala bidang termasuk di bidang pendidikan itu sendiri.

Kalau kita melihat negara yang pendidikan yang termurah, bahkan gratis seperti Finlandia dan Swedia bahkan meminjamkan buku-buku bagi siswanya, begitu juga Jerman walau sekarang ini sudah menetapkan uang kuliah tetapi masih dibilang di subsidi pemerintah walau sebenarnya biaya hidup di negara-negara tersebut cukup mahal. Pemerintah negara tersebut sadar betul dengan pendidikan yang majulah maka negara bisa maju. Banyak yang menganggap bahwa hubungan antara biaya pendidikan dengan kualitas pendidikan adalah sejalan, biaya pendidikan murah bukan berarti kualitas murahan.
Begitu juga sebaliknya negara dengan biaya pendidikan termahal seperti Amerika serikat, Inggris, Kanada, Australia, Jepang Singapura yang mempunyai standart dan satuan sendiri dalam biaya pendidikan tetapi masih ada sumber pendanaan lain khususnya untuk pendidikan tinggi seperti student loan yang merupakan pinjaman lunak atau tanpa bunga dan dibayarkan setelah selesai kuliah dan dapat dicicil.

Untuk itu kita juga harusnya waspadai biaya pendidikan di tanah ait, termasuk pendidikan tinggi di Indonesia walau universitas negeri seperti UI, UGM, Undip, ITS dan sebagainya biayanya sudah hampir setara dengan perguruan tinggi swasta bahkan seperti pendidikan tinggi di negara tetangga sepeti Malaysia.

Ada baiknya anda melihat daftar biaya pendidikan jika anda sekarang ini ingin menyekolahkan anak-anak anda sampai perguruan tinggi. Untuk itu ada baiknya anak-anak anda sudah masuk asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan agar anda nantinya kebingungan membiayai pendidikan anak-anak anda dikemudian hari.






comments

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan comment sesuai dengan topik. Boleh dengan teks jangkar tetapi blog/website mengenai asuransi (pendidikan)